My Accounts

Pages

The Email is Coming

The email is coming this morning. And it’s a news of failure (again).

image

And here’s the review:

image

Well, the conclusion for this 9 months of 2014 is: 4 failure (Success in abstract but fail in full paper), 1 success. As I said before in this previous post. 

So perhaps I will not go anywhere but Kuala Lumpur this year.

Learn the failure, Er.

Never be deadliner ever again !

All the format issue was due to time limit and you did everything carelessly.

#pukpuk diri sendiri.

Ariyaningsih

Kita tidak pernah tahu bagaimana Allah tetap meletakkan kasih sayang-Nya pada kita melalui orang lain.

Bagaimana Dia tetap menyimpan kita di dalam hati orang lain, sehingga mereka, tanpa kita ketahui, tetap mengingat dan menyayangi kita sebagai orang yang menurut mereka baik.

Seorang kawan baik sejak SMP tiba-tiba pagi ini sekitar pukul 03.00 WIB tiba-tiba me-like note nya sendiri tentang saya.

Ariya namanya. Ia sedang di Thailand. Menempuh studi master nya. Melanjutkan pendidikan urban planning yang dulu dijalaninya di ITS Surabaya.

"Kenapa?" kataku tentang kenapa like note jaman dulu sepagi ini.
“kangen aja” katanya.

Berapa banyak orang yang sepertinya? Kita tak pernah tahu. Yang menyimpan kita di dalam hatinya….sebagai orang yang baik. Padahal kita tak sesempurna itu.

Tak pernah bisa kubalas cinta orang-orang sepertinya, duhai Rabbi..

Maka kumohon sayangilah mereka yang menyayangiku karena-Mu..
Lindungilah mereka.. Dan limpahkanlah berkah serta pertolongan-Mu dari segala arah langit dan bumi untuk mereka.. aamiin..

Dari Pernikahan Ajiz & Neti

Kami belajar sangat banyak dari pernikahan Neti dan Ajiz.

Yang di tengah kesibukan menjadi pengantin dalam pernikahan mereka, mereka memperhatikan kami, teman-temannya, dengan sangat baik, telaten, dan pengertian.

Mulai dari harus turun dimana, penginapan, jemputan, hingga masalah paling remeh seperti kami akan makan apa.

Setelah resepsi pertama usai minggu lalu, bahkan ketika kami masih ribut di tempat kami menginap (di rumah saudara Neti yang sangat besar dan bersiiih), keduanya sudah ikut pula ke tempat itu, mengingatkan kalau jemputan bis yang akan mengantar kami ke stasiun sudah datang.

Bayangkan, mereka secepat kilat melepas seluruh riasan dan atribut resepsi lalu langsung bergerak menuju kami.

Kami sungguh banyak belajar. Ketika berteman dekat dengan orang yang rumahnya sangat jauh. Ada yang dari Sumatera Utara, Papua, Padang, Palembang, Jawa, Kalimantan, dan Neti+Ajiz memahami semuanya.

Sebuah kerendahhatian yang harus kami pegang erat-erat kelak ketika satu per satu dari kami mulai menikah pula.

Sebuah kesederhanaan perilaku yang diperlihatkan keduanya di dalam sebuah acara bernama pernikahan. Acara yang di dalamnya ada sebuah perjanjian besar, yang gaung ijab+qabulnya sampai ke Arasy.

Barakallah.. Tu.. Jiz..

Ah kalian baik sekali.. Kerepotan kesana kemari karena kami..

Semoga Allah limpahkan keberkahan pada pernikahan kalian..
Menjadi suami istri tidak hanya di dunia.. Tapi juga di surga-Nya kelak..
Semoga Allah anugerahkan anak-anak yang sholih dan sholihah..
Anak-anak yanh qurrota a’yuun.. yang menjadi penyejuk hati bagi kalian berdua…

Terima kasih..
Kalia memberikan cendera mata terbaik untuk kami bawa pulang..
Sebuah kesederhanaan perhatian yang sungguh melekat pada hati kami semua..

Selamat ya..
Semoga ketika bersama, kalian saling merasa surga dekat rasanya.

aamiin.. Ya Robbal’alamiin….


:)

For November

Everything is all set.
Alhamdulillah.. :)

joannamansfield:

King’s Cross

Theme 28
Design by Athenability
Powered by Tumblr